
Malang – Peneleh Research Institute (PRI) bersama Dewan Presidium Nasional ALJEBI secara resmi meluncurkan PIAWAI, sebuah ekosistem kecerdasan buatan (AI) akademik terpadu yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan periset, pengelola jurnal, dan akademisi di Indonesia. Peluncuran berlangsung secara online zoom dan dihadiri oleh para peneliti senior, mitra kelembagaan, serta para dosen dan akademisi
Dalam acara tersebut, Bapak Aji Dedi Mulawarman, Periset Senior PRI sekaligus Innovator dan AI Architect yang menjabat sebagai Ketua Presidium ALJEBI, tampil sebagai pemapar utama. Beliau secara mendalam memaparkan arsitektur dan filosofi PIAWAI sebagai solusi komputasi server mandiri untuk verifikasi keaslian, otomasi OJS, penulisan naskah, hingga visualisasi presentasi ilmiah. Setelah pemaparan, Bapak Aji Dedi Mulawarman secara langsung meluncurkan PIAWAI dengan melakukan akses perdana ke laman resmi https://piawai.aljebi.or.id, menandai dimulainya operasional ekosistem AI akademik terpadu pertama di Indonesia yang berbasis infrastruktur mandiri atau on-premise.
Dalam paparannya, Aji Dedi Mulawarman menjelaskan bahwa PIAWAI menghadirkan empat layanan utama dalam satu ekosistem. Pertama, AI Detector yang mampu mendeteksi konten buatan AI dalam naskah ilmiah secara akurat dengan lima detektor paralel plus AI Judge khusus korpus akademik Indonesia. Kedua, AI OJS yaitu ruang kerja AI untuk otomasi metadata, formatting, dan integrasi naskah ke sistem Open Journal System. Ketiga, AI Article yang berfungsi sebagai asisten penulisan, evaluasi metodologi, dan analisis kelayakan artikel jurnal terindeks Scopus. Keempat, AI Presentation yang dapat mengubah naskah ilmiah menjadi slide, video pendek, dan infografis presentasi secara otomatis. “PIAWAI bukan sekadar alat tulis bantu. Ini adalah infrastruktur intelektualitas. Kami mengintegrasikan keempat layanan ini dalam satu platform server mandiri. Periset bisa memverifikasi keaslian karyanya sekaligus meningkatkan daya saing publikasi, tanpa khawatir data risetnya bocor ke server luar negeri,” tegas Aji Dedi Mulawarman di hadapan para peserta.


Lebih lanjut, Aji Dedi Mulawarman memaparkan bahwa PIAWAI menyediakan beberapa jenjang layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan periset. Untuk pemula tersedia layanan Bronze secara gratis. Untuk peneliti aktif tersedia layanan Silver sebesar Rp99.000 per bulan. Untuk peneliti lanjutan tersedia layanan Gold seharga Rp250.000 per bulan yang sudah dilengkapi dengan lima detektor paralel plus AI Judge. Khusus untuk penulisan dan analisis artikel Scopus, tersedia layanan Titanium sebesar Rp150.000 per artikel. Sementara untuk pengelola jurnal yang membutuhkan akses penuh ke AI OJS, tersedia layanan Diamond sebesar Rp250.000 per bulan.
Dalam kesempatan yang sama, Bapak Aji Dedi Mulawarman juga memperkenalkan tim pengembang di balik PIAWAI yang tergabung dalam PIAWAI COLLABORATOR, yaitu Ibnu Syifa sebagai AI Infrastructure Architect, Irawan At-Taufik sebagai Backend & Frontend Architect, Delasasi Dian Paramita sebagai Data Collector, serta Rizky Ardiansyah sebagai IT Specialist dan Evaluator. Tim ini didukung oleh dewan ahli dari ALJEBI yang terdiri dari Novrida Qudsi Lutfillah selaku spesialis struktur naskah ilmiah, Amelia I. Kusdewanti selaku spesialis reviewer dan scoring, serta Jordan H. E. Sitorus. Novrida yang juga menjabat sebagai Ketua Peneleh Research Institute turut hadir mendukung peluncuran dan menyampaikan bahwa uji coba PIAWAI di tiga jurnal nasional terakreditasi menunjukkan waktu olah naskah dari submit hingga terbit turun hingga 40 persen, serta tingkat kepercayaan pembaca meningkat karena adanya bukti audit keaslian.
Salah satu poin kunci yang berulang kali ditekankan oleh Aji Dedi Mulawarman dalam paparannya adalah komitmen PIAWAI terhadap etika dan keamanan data. Seluruh pemrosesan data PIAWAI dapat berjalan pada server mandiri atau on-premise, sehingga aman untuk data riset sensitif. Hal ini menjawab kekhawatiran banyak periset Indonesia tentang kebocoran data jika menggunakan layanan AI berbasis awan asing. Acara peluncuran ditutup dengan sesi demo langsung oleh tim teknis serta diskusi terbuka tentang adopsi AI yang beretika di lingkungan akademik Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai PIAWAI, termasuk pendaftaran uji coba gratis dan akses ke dokumentasi teknis, tersedia di laman resmi https://piawai.aljebi.or.id.



