
Malang – Kegiatandiskusi bertajuk “Mengenal Diri: Resep Kesehatan Mental” sukses digelar secara berani melalui Zoom pada malam ini, sebagai bagian dari rangkaian Pendidikan Dasar Nasional (Diksarnas) ke-30 Aktivis Peneleh. Acara ini diikuti oleh 35 peserta dari berbagai daerah yang antusias mengikuti jalannya diskusi.
Hadir sebagai pemateri, Ibu Ari Kamayanti menyampaikan perspektif yang unik dan mendalam tentang pentingnya mengenal diri sebagai fondasi kesehatan mental. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa proses mengenal diri dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya melalui tulisan tangan. Menurutnya, tulisan tangan merupakan cerminan kondisi batin, pola pikir, serta karakter seseorang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perubahan diri dapat dimulai dari perubahan kecil, termasuk dengan mengubah pola tulisan tangan dan tanda tangan. Hal ini diyakini dapat mempengaruhi cara berpikir dan membentuk kepribadian yang lebih baik secara bertahap.
Kepada para peserta, khususnya generasi muda yang tengah mengalami kegelisahan, Ibu Ari memberikan pesan penting agar setiap individu memiliki alasan untuk tetap hidup. Selain itu, penting juga untuk memiliki lingkungan pertemanan yang mendukung serta mimpi yang sama, sehingga dapat saling menguatkan dalam menghadapi dinamika kehidupan.


Di sesi akhir, Ibu Ari Kamayanti mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan diri dengan mengikuti Pendidikan Dasar Nasional Aktivis Peneleh. Kegiatan ini dinilai sebagai strategi ruang dalam membangun kesadaran diri, karakter, serta jejaring perjuangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Diksarnas 30 yang tidak hanya tekanan penguatan intelektual, tetapi juga kesehatan mental dan kesadaran diri sebagai landasan utama aktivisme.
Bagi yang ingin bergabung, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan berikut:
https://bit.ly/DiksarnasXXX



