
Koran Peneleh – Di tengah dunia yang sedang bergolak akibat perang AS-Israel melawan Iran dan blokade Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak hingga tembus 100 dolar AS per barel, Presiden Prabowo Subianto justru gencar melancarkan safari diplomatik ke sejumlah negara. Dalam sepekan terakhir, nama Prabowo menghiasi pemberitaan internasional mulai dari Moskow hingga Paris. Bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa, lawatan ini sarat dengan misi darurat: mengamankan pasokan energi bagi Indonesia di tengah krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya .
Langkah Prabowo ini menarik untuk dicermati karena terjadi saat banyak pemimpin dunia sibuk mengelola krisis di dalam negeri masing-masing. Justru di saat seperti inilah Indonesia, dengan posisi bebas aktifnya, justru bergerak lincah. Dalam waktu kurang dari 72 jam, Prabowo berhasil bertatap muka dengan dua pemimpin negara adidaya sekaligus: Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Dua negara yang saat ini berada di kubu berseberangan dalam peta geopolitik global . Apa yang sebenarnya sedang dibangun oleh Presiden Prabowo? Berikut liputan khusus agenda demi agenda.
1. Pertemuan dengan Vladimir Putin di Moskow: Energi di Tengah Perang
Presiden Prabowo tiba di Moskow pada Senin, 13 April 2026, dalam sebuah penerbangan non-stop selama 12 jam dari Jakarta menggunakan pes kepresidenan Garuda Indonesia-1 . Keberangkatan yang dilakukan pada Minggu malam pukul 23.10 WIB ini didampingi oleh sejumlah menteri strategis: Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya . Kehadiran menteri ESDM dalam rombongan ini sudah menjadi sinyal kuat bahwa agenda energi adalah prioritas utama.
Begitu tiba di Istana Kremlin, Prabowo langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Putin yang berlangsung selama lima jam—jauh lebih panjang dari pertemuan bilateral biasanya yang hanya sekitar satu hingga dua jam . Dalam pertemuan yang berlangsung sangat intensif tersebut, Prabowo blak-blakan menyampaikan tujuannya. “Saya datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat,” ujar Prabowo di hadapan Putin, seperti dilansir Kompas.com . Ia menambahkan bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi ketidakpastian global, sehingga Indonesia merasa perlu untuk terus berkonsultasi.
Apa yang dibahas selama lima jam tersebut? Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa setidaknya ada enam sektor kerja sama yang disepakati untuk diperluas: ekonomi, energi, ruang angkasa, pertanian, industri, farmasi, dan pendidikan . Namun fokus utama tetap pada energi dan sumber daya mineral, termasuk ketahanan energi migas jangka panjang serta hilirisasi. Ini bukan sekadar nota kesepahaman biasa. Di tengah blokade Selat Hormuz yang memblokir pasokan minyak dari Timur Tengah, Indonesia yang selama ini mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari sedang dalam posisi yang sangat rentan . Putin, di sisi lain, melihat ini sebagai peluang emas. Rusia saat ini memiliki stok minyak berlimpah yang kesulitan dijual ke Eropa akibat sanksi. Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial .
Yang menarik, pertemuan ini bukan yang pertama. Prabowo tercatat sudah bertemu Putin sebanyak tiga kali sejak menjabat. Pertama di Saint Petersburg pada Juni 2025, kedua di Moskow pada Desember 2025, dan kini yang ketiga di Kremlin . Ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Rusia di era Prabowo memasuki babak baru yang lebih intensif. Bahkan, Prabowo menyatakan kesiapannya untuk secara langsung menangani kerja sama yang dianggap berjalan lambat, termasuk hubungan moneter antara kedua negara. Ini adalah pernyataan yang langka dari seorang presiden, yang menunjukkan bahwa ia benar-benar serius .
2. Pertemuan dengan Emmanuel Macron di Paris: Kemitraan Strategis
Begitu rampung dari Moskow, Prabowo langsung bertolak ke Paris pada Senin malam, 13 April 2026, dengan waktu tempuh sekitar tiga setengah jam . Ia tiba di ibu kota Prancis pada pukul 23.50 waktu setempat atau sekitar pukul 04.50 WIB, Selasa dini hari . Meskipun tengah malam, kedatangan Prabowo disambut oleh Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, Atase Pertahanan Marsekal Pertama TNI Hendra Gunawan, dan sejumlah pejabat pemerintah Prancis.
Pada Selasa, 14 April 2026, Prabowo dijadwalkan bertemu empat mata dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee . Ini adalah kunjungan kedua Prabowo ke Paris pada tahun 2026 saja. Kunjungan pertama terjadi pada 23 Januari 2026, di mana ia memenuhi undangan Macron dan keduanya bertemu selama 2,5 jam disertai jamuan makan malam. Kali ini, agendanya bahkan lebih krusial. Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa pertemuan ini tidak hanya akan membahas peningkatan kerja sama strategis di bidang pertahanan, energi terbarukan, infrastruktur, pendidikan, hingga perubahan iklim, tetapi juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategisnya terkait dinamika global .
Secara spesifik, Teddy menyebut bahwa Prabowo akan menyampaikan posisi Indonesia dalam konflik Iran versus AS dan Israel yang saat ini memasuki tahap gencatan senjata yang rapuh . Prancis, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan negara yang memiliki pengaruh besar di Eropa, adalah mitra yang tepat bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang yang terdampak krisis energi. Sementara AS dan Inggris bersikap keras terhadap Iran, Prancis justru dikenal memiliki pendekatan yang lebih seimbang. Macron bahkan sebelumnya pernah menjadi penengah dalam krisis nuklir Iran. Dengan memilih Paris sebagai tempat menyuarakan pandangan, Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia ingin menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton .
3. Strategi Bebas Aktif: Prabowo ke Rusia, Menhan ke AS
Salah satu aspek paling menarik dari safari diplomatik kali ini adalah koordinasinya yang sangat rapi. Di saat yang hampir bersamaan Presiden Prabowo terbang ke Moskow menemui Putin, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin justru terbang ke Washington DC dan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon . Dalam pertemuan tersebut, kedua menhan menandatangani kesepakatan kemitraan pertahanan dengan nama “Major Defence Cooperation Partnership”. Ini adalah langkah yang sangat cerdas dan mencerminkan doktrin “bebas aktif” yang selama ini menjadi mantra politik luar negeri Indonesia.
Apa yang sedang dimainkan oleh Indonesia? Menurut Ian Storey, peneliti senior di ISEAS–Yusof Ishak Institute, langkah ini didorong oleh kebutuhan mendesak akan pasokan minyak murah di tengah krisis global . “Dengan sumber daya energi Timur Tengah yang tersumbat akibat penutupan Selat Hormuz, Indonesia berupaya mendapatkan pasokan alternatif minyak mentah, dan Rusia memiliki banyak stok untuk dijual,” kata Storey. Sementara itu, hubungan baik dengan AS tetap dijaga melalui kerja sama pertahanan, mengingat AS masih menjadi mitra dagang dan investasi utama Indonesia.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Ristian Atriandi Supriyanto, menekankan pentingnya langkah tersebut. Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar akibat krisis global dapat mendorong jutaan orang kembali ke jurang kemiskinan . Indonesia tidak bisa memilih kubu secara membabi buta. Di satu sisi, Rusia menawarkan solusi jangka pendek untuk krisis energi. Di sisi lain, AS adalah mitra strategis jangka panjang yang tidak bisa diabaikan. Dengan mengirimkan sinyal bahwa Indonesia bisa berteman dengan semua pihak, Prabowo berhasil menjaga keseimbangan yang sangat sulit di saat dunia sedang terpolarisasi.
4. Langkah Strategis di Dalam Negeri: Matikan PLTD, Hentikan Impor BBM
Sementara mata dunia tertuju pada pertemuan-pertemuan tingkat tinggi di Eropa, Presiden Prabowo juga bergerak cepat di dalam negeri. Pada Kamis, 9 April 2026, atau hanya beberapa hari sebelum terbang ke Moskow, Prabowo meresmikan pabrik bus listrik di Magelang, Jawa Tengah. Di hadapan para pekerja dan pejabat setempat, ia mengumumkan sebuah keputusan yang sangat berani: pemerintah akan menutup seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Indonesia .
“Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak. Dengan itu, kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN, akan kita tutup,” tegas Prabowo dengan nada tegas . Menurut perhitungan pemerintah, dengan menutup PLTD, Indonesia bisa menghemat pemakaian minyak hingga 200.000 barel per hari. Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari. Artinya, langkah ini akan langsung memotong 20 persen kebutuhan impor BBM nasional .
Sebagai penggantinya, pemerintah akan menggenjot pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 Giga Watt (GW) dalam waktu dua tahun ke depan. Ini adalah lompatan yang sangat besar mengingat kapasitas terpasang PLTS di Indonesia saat ini masih sangat kecil. “Kita punya kekuatan besar, kita benar-benar sungguh, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Prabowo penuh optimisme . Targetnya ambisius: dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, Indonesia tidak akan lagi mengimpor BBM sama sekali .
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa arahan Prabowo juga mencakup percepatan program konversi motor listrik dan penggunaan kompor listrik di masyarakat. “Sehingga ketergantungan kita terhadap impor, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi,” tuturnya . Ini adalah bagian dari strategi besar untuk mengurangi beban subsidi energi yang selama ini membebani APBN. Dengan harga minyak yang melambung tinggi, subsidi BBM dan LPG menjadi bom waktu fiskal. Langkah Prabowo untuk beralih ke energi terbarukan adalah solusi jangka panjang yang tidak hanya baik untuk keuangan negara, tetapi juga untuk lingkungan.
5. Mengapa Ini Penting? Menyelamatkan Ekonomi dari Krisis
Untuk memahami urgensi dari safari diplomatik dan langkah-langkah domestik Prabowo, kita harus melihat data ekonominya. Saat ini, Indonesia adalah negara net importir minyak. Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa pada tahun 2025, konsumsi BBM jenis bensin mencapai 36,86 juta kiloliter, sementara konsumsi solar mencapai 40,49 juta kiloliter . Dari jumlah tersebut, impor bensin masih mendominasi sekitar 60 persen dari kebutuhan nasional, sebagian besar berasal dari Singapura, Malaysia, dan Oman .
Masalahnya, jalur distribusi minyak dari Oman dan negara-negara Teluk lainnya saat ini terhambat karena konflik di Selat Hormuz. Kapal-kapal tanker tidak bisa melintas dengan aman. Akibatnya, harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 8 persen dalam hitungan hari, menembus level 100 dolar AS per barel . Jika harga minyak terus bertahan di level ini atau bahkan naik lebih tinggi, maka beban subsidi BBM Indonesia akan membengkak hingga triliunan rupiah. Pemerintah sebelumnya sudah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM pada tahun ini . Namun janji itu akan sangat sulit ditepati jika tidak ada langkah-langkah drastis.
Di sinilah peran kunjungan ke Rusia menjadi sangat krusial. Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pasokan dari Timur Tengah yang tersendat. Rusia, dengan cadangan minyaknya yang melimpah dan harga yang mungkin lebih kompetitif karena sedang kesulitan mencari pembeli, adalah opsi penyelamat. Prabowo bahkan menyatakan secara blak-blakan kepada publik: “Saudara-saudara, ini untuk mengamankan minyak, saya harus pergi ke mana-mana” . Pernyataan jujur ini menunjukkan bahwa ia tidak sedang bermain-main. Lawatan ke luar negeri bukan untuk gengsi, tetapi untuk menyelamatkan perekonomian nasional dari ancaman krisis energi yang sangat nyata.
Dalam waktu kurang dari sepekan, Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan bahwa ia adalah seorang pemimpin yang gesit dan tidak konvensional. Di tengah dunia yang terbelah oleh perang, ia memilih untuk tidak memihak tetapi tetap bergerak. Dengan terbang ke Rusia untuk mengamankan minyak, ke Prancis untuk menyuarakan posisi Indonesia, dan secara bersamaan mengirim menteri pertahanannya ke AS untuk menjaga hubungan baik, ia menjalankan politik bebas aktif dalam bentuknya yang paling murni. Ini bukan diplomasi yang reaktif, melainkan proaktif dan terencana dengan matang.
Di dalam negeri, ia tidak hanya mengandalkan impor. Langkah untuk menutup PLTD dan beralih ke energi surya adalah gebrakan yang akan mengubah struktur energi Indonesia dalam jangka panjang. Jika berhasil, Indonesia tidak hanya akan terbebas dari impor BBM, tetapi juga akan menjadi pemain utama dalam transisi energi global. Tentu masih banyak tantangan di depan. Kerja sama dengan Rusia harus cepat diimplementasikan. Program energi surya 100 GW butuh investasi triliunan rupiah. Namun satu hal yang pasti: Prabowo tidak sedang kehabisan akal. Ia bergerak cepat, di dalam dan di luar negeri, untuk memastikan bahwa rakyat Indonesia tidak menjadi korban dari krisis global yang bukan diciptakannya. Dunia boleh berperang, tetapi Indonesia harus tetap bertahan. Itulah pesan utama dari safari diplomatik pekan ini.



