
Sumbawa, NTB — Setelah sempat terhenti selama tiga tahun, Yayasan Peneleh Jang Oetama kembali melanjutkan pembangunan Masjid Kampus dan Pusat Pembelajaran Gratis (MKPPG) URUP di Dusun Pelitamasa, Desa Kelawis, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa.
Perjalanan pembangunan kembali dimulai pada 10–14 Juli 2026 melalui kunjungan tim Yayasan Peneleh yang dipimpin oleh Bapak Aji Dedi Mulawarman bersama Koordinator Peneleh Lombok Lalu Takdir, Dewan Syuro Aktivis Peneleh Hendra Jaya, Sekretaris Jenderal Aktivis Peneleh Ibnu beserta keluarga, serta Zuhri dari Bani Hasyim Singosari.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali program pemberdayaan masyarakat yang sempat tertunda sejak 2023. Selain melakukan survei lokasi, tim juga menyusun kembali tahapan pembangunan kawasan pendidikan yang akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 4,5 hektare.
Pembangunan diawali dengan penataan basecamp yang nantinya menjadi pusat koordinasi kegiatan. Tim juga meninjau pondasi masjid berukuran 20 × 24 meter yang telah dibangun sebelumnya, sekaligus mengevaluasi kesiapan sarana pendukung, termasuk sumur yang kini memiliki debit air melimpah meski berada di kawasan perbukitan yang kerap mengalami kekeringan.
Selama tiga hari di Orong Telu, berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari pembersihan lahan, penyusunan rencana pembangunan, hingga koordinasi dengan masyarakat setempat. Semangat gotong royong kembali tumbuh sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kawasan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di pedalaman Sumbawa.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan pembangunan, Yayasan Peneleh menetapkan sistem pendampingan rutin dengan menugaskan tim secara bergantian berada di lokasi. Selain itu, Ibnu bersama keluarganya memutuskan untuk tinggal sementara di Orong Telu guna mengawal proses pembangunan sebagai koordinator lapangan.
MKPPG URUP dirancang tidak hanya sebagai kompleks masjid, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran gratis, pemberdayaan masyarakat, pengembangan kepemudaan, riset, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu membangun desa secara mandiri.
Kembalinya Yayasan Peneleh ke Orong Telu menandai dimulainya kembali ikhtiar panjang membangun peradaban dari wilayah pedalaman. Dengan semangat “Urip iku Urup”—hidup harus memberi manfaat dan menjadi cahaya bagi sesama—Peneleh optimistis MKPPG URUP akan menjadi salah satu pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Pulau Sumbawa.



