
Malang – Peneleh Research Institute (PRI) melalui Peneleh Data Center secara resmi mengumumkan pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) Large Language Model (LLM) yang dikerjakan secara mandiri serta melibatkan kolaborasi strategis dengan berbagai stakeholder. Pengumuman ini menyusul serangkaian peluncuran tiga inisiatif AI terintegrasi yang berlangsung pada pekan kedua Mei 2026, yaitu PIAWAI AI, JANUR, dan FISCAL. Ketiganya dikembangkan dengan pendekatan gotong royong keilmuan yang melibatkan akademisi, praktisi, komunitas aktivis riset, serta institusi pendidikan.
Dalam paparannya yang disampaikan secara terpisah menyikapi peluncuran ketiga platform tersebut, Bapak Aji Dedi Mulawarman, Periset Senior PRI sekaligus Ketua Presidium ALJEBI dan Chief AI Nusantara Architect di Peneleh Data Center, menjelaskan bahwa pengembangan AI LLM oleh Peneleh Data Center tidak dilakukan secara tertutup, melainkan dengan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya kepada mitra strategis. “Kami tidak ingin membangun menara gading. AI untuk periset dan pelajar harus lahir dari ekosistem yang riil, yang terhubung dengan kebutuhan jurnal, sekolah, kampus, dan komunitas aktivis. Ketiga platform ini – PIAWAI, JANUR, dan FISCAL – adalah wujud nyata dari kolaborasi tersebut,” ujar Aji Dedi Mulawarman.


Ekosistem pertama, PIAWAI, diluncurkan secara daring melalui aplikasi Zoom pada tanggal 16 Mei 2026. PIAWAI dikembangkan sebagai AI akademik terpadu yang bekerja sama dengan Dewan Presidium Nasional ALJEBI (Asosiasi Lembaga Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia). Peluncuran virtual ini dihadiri oleh para pengelola jurnal, periset, dan akademisi dari berbagai wilayah Indonesia. Dalam peluncuran tersebut, Aji Dedi Mulawarman memaparkan empat layanan utama PIAWAI dalam satu platform, yaitu AI Detector untuk mendeteksi konten buatan AI dalam naskah ilmiah, AI OJS untuk otomasi metadata dan integrasi ke sistem Open Journal System, AI Article untuk penulisan dan evaluasi artikel jurnal bereputasi, serta AI Presentation untuk mengubah naskah menjadi slide, video, dan infografis. Seluruh layanan PIAWAI dapat diakses melalui laman https://piawai.aljebi.or.id dan dirancang untuk berjalan di server mandiri (on-premise) sehingga data riset tetap aman. Peluncuran secara daring ini dipilih untuk menjangkau sebanyak mungkin pengelola jurnal dan periset di seluruh Indonesia tanpa terkendala jarak.



Ekosistem kedua, JANUR, diluncurkan secara langsung pada tanggal 17 Mei 2026 di Malang Creative Center. Prosesi peluncuran dilakukan oleh Ibnu Syifa selaku Chief Executive Officer Peneleh Data Center dan Irawan At-Taufik selaku Deputy Chief Executive Officer Peneleh Data Center. JANUR, yang merupakan kependekan dari “Jalan untuk Nusantara Berbasis AI”, dikembangkan sebagai kecerdasan buatan yang mempertemukan warisan Nusantara dengan teknologi AI untuk merumuskan kedaulatan masa depan. Berdasarkan laman resminya di https://janur.peneleh.org, JANUR adalah asisten cerdas berbasis model lokal yang dioptimalkan dengan corpus pengetahuan Indonesia – meliputi sejarah, budaya, riset, dan peradaban. JANUR dibangun di atas infrastruktur mandiri dengan pendekatan Hybrid RAG (pencarian dokumen lokal) serta corpus Nusantara dari arsip Peneleh. Dalam pemaparannya di Malang Creative Center, Ibnu Syifa menjelaskan bahwa JANUR dikembangkan atas kerja sama dengan aktivis Peneleh dan SMA Bani Hasyim, untuk mendokumentasikan, mengkaji, dan menyajikan kembali kearifan lokal serta gagasan-gagasan peradaban yang dikumpulkan oleh jaringan aktivis Peneleh di berbagai daerah. Sementara itu, Irawan At-Taufik menambahkan bahwa JANUR dirancang dengan menjaga privasi pengguna karena seluruh proses tidak keluar dari server Peneleh Data Center. Peluncuran di Malang Creative Center ini dipilih sebagai bentuk komitmen Peneleh Data Center untuk bersemayam di ruang publik kreatif yang terbuka bagi kolaborasi lintas disiplin.
Ekosistem ketiga, FISCAL (Forum Interaktif Sains Cerdas Akuntansi Luhur), tidak melalui prosesi peluncuran tersendiri, tetapi akan langsung digunakan untuk pembelajaran akuntansi di Sekolah Islam Bani Hasyim. Berdasarkan laman resminya di https://fiscal.banihasyim.id, FISCAL dikembangkan sebagai asisten belajar akuntansi berbasis AI yang ditujukan untuk mahasiswa dan siswa, dengan penjelasan bahasa sehari-hari yang sangat cocok untuk pemula, siswa SMA, hingga mahasiswa semester awal. Aji Dedi Mulawarman memaparkan bahwa dalam pengembangannya, FISCAL bekerja sama dengan Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang (Polinema) serta SMA Bani Hasyim. Namun yang membedakan FISCAL dari dua platform lainnya adalah implementasinya yang langsung terjun ke ruang kelas. Kepala Sekolah Islam Bani Hasyim menyatakan bahwa FISCAL akan diintegrasikan ke dalam kurikulum akuntansi untuk siswa kelas XI dan XII, sebagai alat bantu interaktif yang memungkinkan tanya jawab langsung, evaluasi jawaban, dan simulasi penjurnalan layaknya dibimbing guru pribadi 24 jam sehari 7 hari seminggu. Jurusan Akuntansi Polinema berperan menyusun skenario audit dan studi kasus fiskal yang riil dengan contoh-contoh dunia nyata seperti warung makan, koperasi sekolah, dan bisnis sehari-hari. “FISCAL tidak diluncurkan dengan seremoni, tetapi langsung dipraktikkan. Itu bentuk komitmen kami bahwa AI harus segera dimanfaatkan, bukan sekadar dipamerkan,” ujar Aji Dedi Mulawarman.
Aji Dedi Mulawarman menegaskan bahwa ketiga ekosistem AI ini – PIAWAI, JANUR, dan FISCAL – dikembangkan di atas infrastruktur LLM buatan Peneleh Data Center sendiri, bukan sekadar membungkus API dari penyedia asing. “Kami membangun dari lapisan dasar, dengan korpus data berbahasa Indonesia dan konteks akademik Nusantara. Peluncuran PIAWAI secara daring pada 16 Mei menjangkau periset nasional. Peluncuran JANUR oleh Ibnu dan Irawan di Malang Creative Center pada 17 Mei menunjukkan bahwa anak muda bisa memimpin teknologi peradaban. Dan FISCAL yang langsung digunakan di Sekolah Islam Bani Hasyim membuktikan bahwa AI bukan barang mewah, tetapi kebutuhan sehari-hari di ruang kelas. Inilah cara kami memastikan bahwa AI ini relevan, beretika, dan benar-benar berguna bagi masyarakat,” tegasnya.
Para pihak yang terlibat menyambut baik rangkaian peluncuran ini. Perwakilan ALJEBI yang hadir dalam peluncuran daring PIAWAI menyatakan komitmennya untuk mengadopsi platform tersebut di jurnal-jurnal binaannya. Perwakilan Malang Creative Center menyambut hangat peluncuran JANUR sebagai bukti bahwa ruang kreatif di Malang dapat menjadi tempat lahirnya inovasi AI berbasis kearifan lokal. Sementara itu, guru dan siswa Sekolah Islam Bani Hasyim telah memulai sesi percobaan FISCAL dan melaporkan peningkatan minat belajar akuntansi yang signifikan karena penjelasan AI yang sabar dan kontekstual.
Informasi lebih lanjut mengenai ketiga platform ini dapat diakses melalui laman resmi masing-masing: PIAWAI di https://piawai.aljebi.or.id, FISCAL di https://fiscal.banihasyim.id, dan JANUR di https://janur.peneleh.org.



