
Jakarta – Publik tengah digegerkan dengan beredarnya potongan video yang memperlihatkan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menyerukan ajakan untuk “menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.” Video yang diunggah oleh salah satu akun Instagram dan diambil dari acara Halal Bihalal di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026 itu sontak memicu polemik nasional tentang batas kritik, makar, dan stabilitas demokrasi di awal pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dalam cuplikan video yang viral, Saiful Mujani dengan lantang menyatakan bahwa prosedur formal seperti impeachment atau pemakzulan melalui DPR tidak akan berhasil menyingkirkan Prabowo. Ia menilai langkah tersebut tidak akan jalan karena kuatnya dominasi koalisi pendukung pemerintah di parlemen.
“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ujar Saiful dalam rekaman tersebut .
Lebih lanjut, Saiful bahkan menyinggung gerakan reformasi 1998 sebagai preseden, dengan menyebut bahwa Soeharto jatuh bukan karena undang-undang, melainkan karena tekanan massa yang besar . Ia menilai bahwa upaya menasihati Prabowo sudah tidak mempan, sehingga satu-satunya cara untuk “menyelamatkan bangsa” adalah dengan menjatuhkannya.



