
KORAN PENELEH – Pasukan Iran dilaporkan melancarkan serangan drone terhadap sejumlah kapal Amerika Serikat sebagai aksi balasan atas tindakan penyitaan kapal Iran oleh AS di Teluk Oman. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 20 April 2026, dan semakin memanasnya ketegangan antara kedua negara yang sebenarnya tengah dalam masa gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi Pakistan. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa serangan drone ini diluncurkan setelah pasukan AS menaiki kapal kontainer Iran bernama Touska, meskipun tidak disebutkan secara rinci apakah kapal AS yang menjadi sasaran bersifat militer atau komersial. Sebelumnya, Iran telah mengonfirmasi penyitaan kapal mereka oleh AS dan memperingatkan akan segera membalas tindakan yang dianggapnya sebagai pelanggaran gencatan senjata yang mulai berlaku pada 7 April 2026.
Insiden penyitaan kapal Touska pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan kemudian dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM). Menurut CENTCOM, kapal perang USS Spruance mencegat kapal kargo berbendera Iran tersebut karena mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman. Kapal itu diketahui berangkat dari Port Klang di Malaysia pada 12 April dan disebut-sebut menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran. CENTCOM merilis rekaman video yang menunjukkan kapal perang AS memperingatkan kapal tersebut sebelum akhirnya melepaskan tembakan. Sementara itu, kantor berita Fars melaporkan pernyataan dari Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang mengutip juru bicara militer Ebrahim Zolfaghari, bahwa pasukan AS menargetkan kapal Iran, menonaktifkan sistem navigasinya, dan kemudian menaikinya setelah mengerahkan sejumlah marinir. Zolfaghari mengecam tindakan AS sebagai “pembajakan maritim” yang melanggar gencatan senjata dan memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi serta membalas tindakan “pembajakan bersenjata” tersebut, yang kemudian diikuti dengan serangan drone balasan.



