
Koran.peneleh.org – China dilaporkan tengah melakukan operasi pemetaan dasar laut secara luas di berbagai wilayah strategis dunia sebagai bagian dari persiapan menghadapi potensi konflik militer di masa depan, khususnya dalam perang kapal selam. Hal ini terungkap dalam hasil investigasi Reuters yang dipublikasikan pada Maret 2026.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa aktivitas pemetaan dilakukan di sejumlah kawasan penting, mulai dari Samudra Pasifik, Samudra Hindia, hingga wilayah Arktik. China mengerahkan kapal-kapal riset canggih yang secara rutin beroperasi di jalur laut strategis, termasuk di sekitar Taiwan, Guam, serta jalur pelayaran padat seperti Selat Malaka.
Salah satu kapal yang disorot adalah Dong Fang Hong 3, yang berdasarkan data pelacakan diketahui aktif melakukan survei sejak 2024 hingga 2025. Kapal ini melintasi berbagai titik penting yang memiliki nilai strategis tinggi dalam lalu lintas militer dan perdagangan global.
Secara resmi, pemerintah China menyatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk penelitian ilmiah, seperti studi perubahan iklim, eksplorasi sumber daya laut, dan penelitian perikanan. Namun, para analis militer menilai bahwa data yang dikumpulkan memiliki nilai strategis yang signifikan untuk kepentingan pertahanan, khususnya dalam operasi kapal selam.
Informasi mengenai topografi dasar laut, suhu air, tingkat salinitas, hingga arus laut dinilai sangat penting dalam menentukan jalur navigasi kapal selam, meningkatkan kemampuan penyamaran, serta mendeteksi keberadaan armada lawan. Dengan data tersebut, kapal selam dapat bergerak lebih efektif dan sulit terdeteksi.
Selain itu, China juga diketahui tengah mengembangkan konsep “transparent ocean”, yaitu sistem pemantauan bawah laut berbasis jaringan sensor yang memungkinkan pengawasan kondisi laut secara menyeluruh dan real-time. Proyek ini merupakan bagian dari strategi integrasi antara sektor sipil dan militer yang mendorong pemanfaatan riset ilmiah untuk kepentingan pertahanan negara.
Para pengamat menilai langkah ini mencerminkan ambisi China untuk memperluas kekuatan militernya hingga ke perairan global atau yang dikenal sebagai blue-water navy. Upaya tersebut juga dinilai sebagai langkah untuk menantang dominasi militer Amerika Serikat dalam perang bawah laut.
Aktivitas pemetaan ini memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Indo-Pasifik karena berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer di kawasan. Dengan kemampuan pemetaan yang semakin detail, China diperkirakan akan mampu meningkatkan efektivitas operasi militernya di wilayah-wilayah strategis dunia.



