
Moskow – Amerika Serikat dilaporkan mempertimbangkan operasi militer darat untuk merebut Pulau Kharg di Iran, seiring percepatan pengerahan pasukan ke kawasan, menurut harian The Jerusalem Post. Langkah ini akan menjadi eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu antara AS dan Israel melawan Iran.
Sebelumnya, laporan Axios pada 20 Maret menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump siap mengambil alih Pulau Kharg guna menekan Teheran agar membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pulau Kharg merupakan lokasi strategis karena menjadi terminal ekspor minyak utama Iran, yang menampung sekitar 90 persen ekspor minyak negara tersebut. Seorang pejabat AS mengatakan militer telah mempercepat pengerahan ribuan personel Marinir dan Angkatan Laut ke Timur Tengah sebagai persiapan menghadapi kemungkinan operasi darat.
Sementara pada 22 Maret, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan semua opsi masih terbuka dan tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan ke pulau tersebut. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden Trump sebelumnya memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, mengancam akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika ancamannya tidak dipenuhi. Iran merespons dengan mengancam akan menutup jalur perairan vital itu tanpa batas waktu dan menyerang infrastruktur regional.
Seperti diketahui, AS dan Israel pada 28 Februari melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Hingga pekan ketiga konflik, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 1.444 orang tewas dan 18.551 orang luka-luka akibat serangan AS-Israel. Serangan awal juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, bersama dengan belasan pejabat keamanan dan petinggi militer Iran.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Israel melaporkan telah mencegat 92 persen rudal balistik Iran yang diluncurkan, sementara negara-negara Teluk terus mencegat drone dan rudal yang meluncur ke wilayah mereka. Serangan Iran juga menyebabkan puluhan orang terluka di selatan Israel dan Tel Aviv.
Ancaman operasi darat AS untuk merebut Pulau Kharg menambah kekhawatiran global akan meluasnya konflik di kawasan yang sudah memanas. Harga minyak dunia terus melonjak dengan minyak mentah Brent mencapai 114,09 dolar AS per barel, memperburuk kekhawatiran inflasi global di tengah ketidakpastian geopolitik yang meningkat. Sementara itu, gelombang protes anti-perang terus berlangsung di berbagai negara, termasuk Spanyol, Inggris, Kanada, dan sejumlah kota besar lainnya, menuntut penghentian agresi militer dan mendesak pemerintah masing-masing untuk tidak mendukung konflik tersebut.



