
Koran Peneleh – Iran membalas klaim Amerika Serikat dengan tantangan terbuka. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Selat Hormuz berada dalam kendali penuh mereka dan mempersilakan Presiden AS Donald Trump menguji kekuatan dengan mengirim kapal perang ke Teluk Persia. Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, Senin (16/3/2026), merespons pernyataan Trump yang mengklaim telah menghancurkan angkatan laut Iran dengan tantangan untuk membuktikan ucapannya di lapangan. “Bukankah Trump mengatakan bahwa dia telah menghancurkan Angkatan Laut Iran? Jadi, jika dia berani, dia bisa mengirim kapalnya ke wilayah Teluk Persia,” tegas Naini dalam pernyataan yang dikutip ANTARA dari Anadolu.
Naini mengeklaim bahwa Iran telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 pesawat nirawak yang menargetkan Amerika dan Israel sejak eskalasi terbaru dimulai. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz—jalur vital tempat sepertiga perdagangan minyak dunia melintas—sepenuhnya berada di bawah kedaulatan dan kendali militer Iran. “Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Laut IRGC dan Iran memiliki kedaulatan penuh atas itu,” ujarnya.
Tantangan ini merupakan episode terbaru dari eskalasi brutal di Timur Tengah yang dipicu serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatullah Ali Khamenei. Sejak insiden berdarah itu, Tehran melancarkan serangan balasan besar-besaran dengan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer Amerika. Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz sejak awal Maret, mengganggu jalur logistik energi global.
Naini menegaskan bahwa perang akan berakhir saat musuh menyadari kekuatan militer dan daya pencegah sosial Iran. “Kami berupaya menghukum agresor dan melanjutkan serangan berat dan menghancurkan musuh,” tegasnya. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz, mengingat dampaknya terhadap harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global. Amerika Serikat sendiri sebelumnya melalui akun Truth Social milik Trump telah menyerukan sejumlah negara sekutu seperti Korea Selatan, Jepang, Inggris, Prancis, dan China untuk mengirim kapal ke perairan tersebut, meskipun hingga kini belum ada negara yang secara resmi merespons tantangan Iran.
Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan respons resmi atas pernyataan terbaru IRGC. Sementara itu, negara-negara pengguna jalur Selat Hormuz terus memantau perkembangan situasi sambil merumuskan langkah diplomatik dan keamanan untuk melindungi kepentingan nasional mereka di tengah konflik yang semakin memanas.



