
Teheran – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Majelis Khubregan (Dewan Pakar) yang menunjuk Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. IRGC juga menegaskan kesiapannya untuk mematuhi seluruh perintah pemimpin baru tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip media Iran Tasnim News, Senin (9/3/2026), IRGC menyebut pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai kebangkitan baru dan awal dari fase baru dalam Revolusi Islam serta Republik Islam.
“Kami sepenuhnya siap mematuhi perintah Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei dan melindungi nilai-nilai Revolusi Islam,” demikian bunyi pernyataan IRGC.
IRGC juga menyatakan bahwa terpilihnya pemimpin baru ini akan membuat duka mendalam atas gugurnya Pemimpin sebelumnya, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, menjadi lebih dapat ditanggung oleh rakyat Iran.
Majelis Khubregan Iran sebelumnya menunjuk Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin ketiga Revolusi Islam, menggantikan ayahnya yang telah memimpin Iran selama 37 tahun. Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan udara AS-Israel di Teheran pada 28 Februari lalu.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Mojtaba Khamenei, 56 tahun, dikenal sebagai figur berpengaruh namun tertutup yang memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi. Hubungan ini terbangun sejak ia bertugas di unit tempur Batalyon Habib pada akhir Perang Iran-Irak 1980-1988.
Penunjukan ini langsung menuai respons keras dari Israel dan Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memperingatkan bahwa “setiap pemimpin yang dipilih oleh rezim teror Iran akan menjadi target pasti untuk dieliminasi.” Sementara Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut Mojtaba sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima.”
Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, IRGC mengklaim telah menghancurkan empat sistem radar yang terkait dengan sistem pertahanan rudal THAAD milik AS di Timur Tengah. Juru bicara IRGC Ali Mohammad Naini mengatakan angkatan bersenjata Iran dapat mempertahankan pertempuran berintensitas tinggi setidaknya selama enam bulan ke depan.



