
KORAN.PENELEH.ORG – Presiden Chile Gabriel Boric menyatakan dalam Sidang Majelis Umum PBB bahwa ia ingin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza dibawa ke pengadilan internasional.
“Saya tidak ingin melihat Netanyahu dihancurkan oleh rudal bersama keluarganya. Saya ingin melihat Netanyahu dan mereka yang bertanggung jawab atas genosida terhadap rakyat Palestina diadili di Mahkamah Internasional (ICJ) atau pengadilan internasional lainnya,” ujar Boric.
Gabriel Boric menegaskan Gaza bukan hanya sebagai darurat politik, tetapi juga sebagai krisis kemanusiaan yang menuntut keadilan, alih-alih balas dendam. Jauh sebelum Sidang Umum ini, Boric telah berupaya menekan Israel atas tindakannya di Gaza, mulai dari menarik duta besar Chile, mendukung perdebatan tentang pembatasan senjata, dan meningkatkan representasi Palestina.
Baca juga: KPK Periksa Kembali Eks Bendahara Amphuri Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Gambaran tersebut terjadi di tengah bencana kemanusiaan yang semakin parah di Gaza, di mana warga sipil terus meninggal akibat dibom Israel dan kelaparan semakin parah. Ini sebuah gambaran suram yang telah dikisahkan The Eastern Herald dalam beberapa hari terakhir ketika pembantaian Israel di Gaza menyebabkan warga sipil Palestina tewas dan kelaparan.
Sikap tersebut juga mencerminkan hubungan Chie yang luar biasa mendalam dengan perjuangan Palestina, yang berakar pada diaspora besar dan terlibat secara politik yang secara luas dianggap sebagai yang terbesar di dunia di luar Timur Tengah.
Pada Senin, Andorra, Belgia, Luksemburg, Malta, San Marino, dan Prancis secara resmi mengakui Negara Palestina dalam sebuah konferensi di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, menyusul langkah serupa yang diambil oleh Australia, Inggris, Kanada, dan Portugal pada 21 September.
Ketua Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina Navi Pillay menyatakan pada 16 September bahwa Netanyahu dan sejumlah pejabat senior Israel telah mendorong terjadinya genosida di Jalur Gaza.
Israel kini menghadapi tekanan politik dan ekonomi yang semakin besar dari komunitas internasional terkait kebijakan mereka di Gaza, dengan sejumlah negara Eropa melarang penjualan beberapa jenis perlengkapan militer ke Israel. (ABK/Red)



