
KORAN.PENELEH.ORG – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menegaskan sikap patuh terhadap keputusan pemerintah dan DPR terkait rencana impor mobil pickup dariĀ India untuk Koperasi Desa Merah Putih.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan siap mengikuti seluruh keputusan negara, termasuk jika impor tersebut resmi ditunda.
āApapun keputusan negara, keputusan DPR, itu adalah suara rakyat dan wakil rakyat. Saya sebagai Direktur BUMN, saya akan taat, saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara. Apabila itu memang untuk kepentingan rakyat,ā kata Joao kepada awak media pada Jumat (27/02) waktu setempat.
Selanjutnya, ia menegaskan dirinya tidak akan ragu mengambil tanggung jawab penuh atas konsekuensi dari keputusan tersebut. Bahkan jika langkah penundaan impor menimbulkan persoalan hukum atau gugatan dari pihak pemasok.
āTanpa sedikitpun saya ragu-ragu, kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier, itulah tanggung jawab saya dan saya ambil tanggung jawab itu dan segala konsekuensinya akan saya tanggung,ā ujar Joao.
Terkait unit pickup yang dikabarkan sudah sampai, Joao memastikan pihaknya tetap menunggu arahan resmi dari pemerintah dan DPR.
Menurutnya, apabila pemerintah memutuskan kendaraan tersebut tidak boleh digunakan, maka Agrinas Pangan Nusantara tidak akan mengoperasikannya. āTindak lanjut unit yang sudah sampai, tetap kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR. Di mana mereka melakukan pekerjaan rakyat,ā ujar Joao.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana impor 105.000 unit mobil pikap atau pick up dari India untuk operasional koperasi desa (Kopdes) Merah Putih. “Jadi rencana untuk impor 105 ribuĀ mobil pick upĀ dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,ā ujar Dasco.
Menurut Dasco, penundaan tersebut sebaiknya dilakukan sampai ada pembahasan lebih detail soal rencana tersebut bersama Presiden Prabowo Subianto.Ketua Harian Partai Gerindra itu pun meyakini bahwa Prabowo nantinya juga akan meminta berbagai masukan dari pelaku usaha dalam negeri, sekaligus memperhitungkan kesiapan industri tanah air. (ABK/red)



