
KORAN.PENELEH.ORG – Majelis Hakim telah membacakan vonis hukuman kepada tiga terdakwa klaster korupsi Pertamina, yakni Riva Siahaan (RS) selaku eks Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya (MK) selaku eks Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, dan Edward Corne (EC) selaku eks VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga.
Putusan terhadap dua terdakwa, Riva dan Maya, dijatuhkan hukuman pidana penjara selama 9 tahun ditambah denda yang dijatuhkan sebesar Rp 1 miliar. Sedangkan, Edward dijatuhkan hukuman pidana penjara selama 10 tahun. Ditambah, denda yang dijatuhkan sebesar Rp 1 miliar.
Sidang Putusan Hukuman tersebut berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada hari Kamis (26/02) sore waktu setempat. Lebih lanjut, Fajar menyatakan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primer.
Putusan itu berbunyi: “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Riva Siahaan dengan pidana penjara selama 9 tahun dan pidana denda Rp 1 miliar yang harus dibayar dalam jangka waktu satu bulan dan dapat diperpanjang untuk paling lama 1 bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap,” ujar Fajar dalam Sidang Putusan, di Pengadilan Tipikor PN Jakpus.
Kemudian, putusan selanjutnya ialah: “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Edward Corne oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda Rp 1 miliar yang harus dibayar dalam jangka waktu satu bulan dan dapat diperpanjang untuk paling lama 1 bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap.”
Putusan ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya meminta hakim menghukum Edward dengan pidana 14 tahun penjara.
Meskipun lebih rendah dari tuntutan, vonis terhadap Edward tercatat satu tahun lebih berat dibandingkan dua petinggi Pertamina lainnya yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini. Mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, dan mantan Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga, Maya Kusmaya, masing-masing dijatuhi vonis 9 tahun penjara.
Selain hukuman badan, ketiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga tersebut dijatuhi denda masing-masing sebesar Rp1 miliar. Sebelumnya, JPU menuntut ketiganya dengan hukuman 14 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp5 miliar.
Secara keseluruhan, terdapat sembilan terdakwa dalam skandal korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Patra Niaga yang menjalani sidang vonis hari ini. Berikut daftar sembilan terdakwa tersebut:
1. Riva Siahaan (RS), mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.
2. Sani Dinar Saifuddin (SDS), mantan Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional.
3. Maya Kusmaya (MK), mantan Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga.
4. Edward Corne (EC), mantan VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga.
5. Yoki Firnandi (YF), mantan Direktur Utama PT Pertamina International Shipping.
6. Agus Purwono (AP), mantan VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional.
7. Muhamad Kerry Adrianto Riza (MKAR), beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa.
8. Dimas Werhaspati (DW), Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan PT Jenggala Maritim.
9. Gading Ramadhan Joedo (GRJ), Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.



