
Kegiatan pelatihan pemasaran digital (Doc. Istimewa)
Malang, 9 Oktober 2025 – Enam dosen dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang dipimpin oleh Dr. Novrida Qudsi Lutfillah, SE., Ak., MSA., bersama lima mahasiswa, menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan pemasaran berbasis digital para pengelola dan warga lokal yang terlibat dalam pengelolaan Lempung Camping Ground (LCG) di Desa Klampok, Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dimulai awal Mei ini bertujuan meningkatkan daya saing LCG di tengah tingginya kompetisi wisata outbound dengan mengoptimalkan target pasar remaja dan dewasa yang belum tergarap, melalui pelatihan konten media sosial dan pengelolaan website.
Lempung Camping Ground (LCG) adalah usaha wisata outbound yang baru dibuka pada pertengahan tahun 2024. Saat ini, LCG sudah melayani puluhan sekolah, berfokus pada anak-anak SD, SMP, dan SMA, dengan total SDM sebanyak 15 orang. Dalam sehari, tim LCG mampu menangani rombongan sekitar 50-100 peserta untuk aktivitas seperti bertanam, membuat kerajinan gerabah, camping, dan berbagai games outbound.
Meskipun memiliki fasilitas yang lengkap, potensi LCG terkendala oleh tiga masalah utama: pertama, kurangnya strategi pemasaran spesifik untuk menarik segmen remaja dan dewasa; kedua, minimnya pemanfaatan teknologi digital (website dan media sosial); dan ketiga, keterbatasan SDM dalam penguasaan teknik pemasaran digital. Tingginya persaingan wisata outbound di Kabupaten Malang menjadi urgensi utama dilakukannya intervensi PkM.
Strategi dan Implementasi Solusi Digital Marketing
Tim dosen merespons masalah ini dengan menerapkan solusi pemasaran yang komprehensif. Langkah awal dilakukan dengan menyelenggarakan pelatihan digital marketing bagi pengelola LCG, dengan mempertimbangkan masukan terkait daya tarik lokasi wisata dari Ibu RW dan perangkat desa setempat, pada awal Mei 2025.
Pelatihan ini mencakup pengenalan strategi pembuatan konten, teknik penggunaan foto dan video yang menarik, serta perancangan narasi singkat untuk promosi. Fokus pertemuan lanjutan adalah penyusunan konten promosi spesifik untuk target remaja dan dewasa. Meskipun akun resmi LCG belum aktif, tim telah berhasil membimbing LCG untuk membentuk fondasi pemasaran digital yang kuat, yang dibuktikan dengan konten yang siap dipublikasikan dan simulasi publikasi.
Kontribusi dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Keberhasilan PkM ini tidak hanya dilihat dari kesiapan konten digital, tetapi juga dari kontribusi fundamental yang diberikan, yakni berupa Model Pemasaran melalui Relasi Kultural, Relasi Struktural, dan Pemanfaatan Media Sosial. Model ini diharapkan mampu menjadi panduan jangka panjang bagi LCG.
Ketua tim PkM, Dr. Novrida Q. Lutfillah, menjelaskan bahwa pelibatan PkM ini dengan masyarakat sekitar, tidak hanya pengelola, bertujuan menyediakan produk pendukung wisata seperti makanan dan kerajinan lokal. Hal ini merupakan upaya konkret memberdayakan perekonomian lokal sekaligus mendukung keberlanjutan operasional LCG agar usahanya dapat terus berkembang. (Jahe/Red)



