
KORANPENELEH.ID – Pertemuan pemimpin tahunan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, yang diselenggarakan pada hari Senin (16/05), menandai tonggak sejarah dengan penyelesaian 19 kesepakatan strategis di berbagai sektor.
Presiden Prabowo menggambarkan pertemuan tersebut sebagai salah satu yang paling produktif dan sukses dalam sejarah hubungan Indonesia-Singapura.
“Pertemuan pemimpin tahun ini sangat produktif dan sukses. Kami mengadakan pertemuan satu lawan satu dan mencapai 19 kesepakatan di berbagai bidang kerja sama,” ujar Prabowo dalam konferensi pers.
Di bidang kolaborasi politik dan keamanan, kedua negara menegaskan kembali komitmen mereka untuk sepenuhnya mengimplementasikan perjanjian kerja sama pertahanan bilateral, termasuk mempercepat finalisasi teknis bidang pelatihan militer.
Sementara itu, kemajuan signifikan juga dicapai dalam mekanisme perjanjian ekstradisi, seiring dengan pembaruan Nota Kesepahaman antara kedua Jaksa Agung.
Adapun dalam bidang ekonomi, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya atas peran Singapura sebagai salah satu investor utama Indonesia. Ia menekankan perlunya memperdalam kolaborasi melalui enam kelompok kerja ekonomi bilateral yang meliputi pengembangan kawasan ekonomi khusus, pertanian dan ketahanan pangan, pariwisata berkelanjutan, pengembangan tenaga kerja, transportasi dan infrastruktur, serta energi terbarukan dan kawasan industri rendah karbon.
Baca juga: Iran Lancarkan Serangan Balasan terhadap Israel yang Mulai Konfrontasi terhadap Lokasi Nuklir
Presiden juga menyoroti kemitraan strategis antara Temasek dan Danantara dalam proyek energi terbarukan dan pembangunan hijau di Batam, Bintan, dan Karimun.
Indonesia menyambut baik tawaran Singapura untuk berbagi teknologi pertanian modern, termasuk pertanian perkotaan dan praktik pasca panen yang berkelanjutan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut meletakkan dasar bagi kolaborasi jangka panjang dalam ketahanan pangan.
Presiden Prabowo mengundang Singapura untuk secara aktif mendukung transformasi sistem perawatan kesehatan Indonesia, termasuk pendirian fakultas kedokteran dan keperawatan baru. Pembahasan juga membahas penempatan tenaga kerja terampil Indonesia, khususnya di sektor perawatan lansia dan pengasuhan anak.
Di bidang konektivitas, Indonesia berjanji untuk meningkatkan penerbangan langsung ke Singapura dan meningkatkan infrastruktur bandara. “Saya ingin memastikan akses ke bandara kita semakin mudah dan cepat,” tegas Prabowo.
Sebagai penutup, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Singapura yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade. (ABK/Red)



